Mungkin saya agak telat nonton film ini, tapi buat yang belum menonton, tulisan ini semoga menjadi bahan pertimbangan untuk menonton film ini. 'Street kings' diisi pemain-pemain berkualitas seperti Forest Whitaker (bagi yang sudah menonton 'the last kings of scotland', masih ingat dong akting briliannya di film itu), dan ada juga Keanu Reeves.
Film ini bercerita tentang detective Tom Ludlow (Keanu Reeves) yang tergabung dalam unit khusus LAPD. Dalam unit yang dipimpin Capt. Jack Wander (Forest Whitaker) ini Tom dan rekan-rekannya melakukan tugas khusus, dimana mereka memiliki wewenang untuk manjadi polisi, hakim, jaksa, dan juri sekaligus. Tom dan teman-temannya biasa mengacau di sarang penjahat untuk memudahkan tugas dari birokrasi dan prosedur yang kaku secara ilegal.
Fungsi unit khusus ini banyak mendapat sikap kontra dari internal kepolisian, sehingga diawasi oleh unit provost. Plot mulai berkembang saat Tom terlibat dalam satu kasus yang mengancam karirnya sebagai polisi, Dia terancam dituduh membunuh seorang polisi. Tom bersama dengan Detective Paul Diskant (Chris Evans) berusaha mencari siapa pembunuh si polisi, dan mulai terungkaplah konspirasi dibalik kematian si polisi.
genre film ini termasuk favorite saya, action-crime dengan bumbu thriller. Hanya ada yang mengganggu di film ini. Pertanyaan saya, kenapa Keanu Reeves yang dipilih sebagai polisi 'bad boy'???
keanu terlalu lembut, humble, dan manis untuk karakter polisi ugal-ugalan. Saya membayangkan jika peran Tom Ludlow diserahkan pada Russel crowe, Christian bale, atau Kevin bacon mungkin akan lebih pas. Crowe sukses di film 'L.A Confidential', Bacon sukses di 'Mystic River', Bale mungkin belum pernah sukses di film tentang polisi ugal-ugalan tapi bale berpotensi cocok dengan karakter polisi 'bad boy'.
yang paling berkesan di film ini adalah akting Forest Whitaker yang bermain sangan baik. Untuk ceritanya sendiri masih terlalu biasa jika dibandingkan dengan 'L.A Confidential' atau 'Trining day'. Overall, film ini cukup menghibur ditonton sore hari menjelang magrib, dengan segelas coke dan cemilan. Tidak perlu mengerutkan dahi sepanjang film karena tidak terlalu sulit merangkai ceritanya.
cerita : 6,5/10
pemain : 7/10
ending : 6/10
overall : 6,5/10
Jumat, 02 Januari 2009
Halogen Groovebox
Halogen Groovebox pada awalnya adalah sebuah nama yang tadinya akan saya jadikan nama band saya. tapi berhubung tidak di acc oleh personil yang lain, jadilah nama ini terbengkalai. Daripada nama ini tidak saya gunakan sama sekali, akhirnya diputuskan bahwa nama ini akan menjadi nama rumah blog saya.
Halogen Groovebox punya filosofi tersendiri buat tulisan-tulisan saya nanti. Groove mewakili hasrat saya terhadap musik, yang belakangan ini semakin tertarik pada jazz, fusion, soul dan acid. sementara box adalah TV, TV identik dengan film, saya adalah pecinta film. Halogen ibarat cahaya yang selalu mengispirasi saya menulis. jadi, blog ini akan berisikan tentang film, musik dan tulisan-tulisan ringan saya tentang isu-isu ekonomi, politik dan lifestyle.
silahkan mengomentari, mengkritik, dan memberi masukan untuk tulisan saya, karena ini adalah kingom of freedom.
Insan Prayoga.
Halogen Groovebox punya filosofi tersendiri buat tulisan-tulisan saya nanti. Groove mewakili hasrat saya terhadap musik, yang belakangan ini semakin tertarik pada jazz, fusion, soul dan acid. sementara box adalah TV, TV identik dengan film, saya adalah pecinta film. Halogen ibarat cahaya yang selalu mengispirasi saya menulis. jadi, blog ini akan berisikan tentang film, musik dan tulisan-tulisan ringan saya tentang isu-isu ekonomi, politik dan lifestyle.
silahkan mengomentari, mengkritik, dan memberi masukan untuk tulisan saya, karena ini adalah kingom of freedom.
Insan Prayoga.
Langganan:
Komentar (Atom)
